🏸 Komponen Aktif Dan Pasif Elektronika
Adausul agar artikel atau bagian ini digabungkan ke Elektronika. ( Diskusikan) Komponen aktif adalah komponen di dalam rangkaian elektronik yang mempunyai penguatan, atau menurut definisi alternatif juga mengarahkan aliran arus listrik. Di antaranya adalah transistor, tiristor dan tabung elektron. Diode bisa dianggap sebagai baik komponen
Beberapakomponen elektronika tersebut dibuat dari bahan semikonduktor seperti selenium, germanium, metal oxides, dan silicon. Untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasan singkat mengenai beberapa jenis komponen aktif berikut ini: Dioda; Dioda adalah komponen elektronika pasif yang memiliki fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah.
Darikomponen-komponen elektronika yang ada saat ini dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam yaitu komponen elektronika aktif dan komponen elektronika pasif. Pengklasifikasian ini didasarkan pada [memerlukan / tidaknya] sumber tegangan atau sumber arus yang dibutuhkan oleh komponen tersebut agar komponen dapat beroperasi dan berfungsi dengan baik.
Resistortermasuk komponen pasif pada rangkaian elektronika. Sebagaimana fungsi resistor yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol Omega (Ω). Hukum Ohm menyatakan bahwa resistansi
Komponenelektronika berupa sebuah alat berupa benda yang menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Terdapat beberapa macam, berdasarkan cara dan sistem kerjanya komponen elektronika dibagi manjadi dua macam yaitu komponen pasif dan aktif.
Menggunakandata dan informasi tentang kapasitor dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari c.1 Komponen pasif Ada dua macam komponen elektronik, yaitu komponen pasif dan komponen aktif. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, induktor, dan transformator.
Komponenaktif adalah jenis komponen elektronika yang dalam operasinya membutuhkan arus ekternal (suplai arus). Jadi komponen elektronika aktif ini hanya dapat bekerja bila mendapatkan sumber arus listrik dari sumber dari luar. Yang termasuk ke dalam kelompok komponen elektronika aktif yaitu diode, transistor, dan IC.
Adatiga jenis komponen elektronik yang dikenal dikalangan saintis dan teknisi yaitu komponen aktif, komponen pasif, dan komponen penunjang. Adapun yang tergolong dalam komponen aktif Transistor, Dioda, dan rangkaian terpadu (Integrated Circuit, IC). Komponen-komponen aktif hanya dapatbekerja atau berfungsi jika diberi catu daya luar.
Berdasarkanciri-cirinya, komponen elektronika dapat di kelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok komponen elektronika yang aktif dan kelompok komponen elektronika yang pasif. Komponen elektronika yang aktif(active electronica components) Kelompok komponen elektronika yang aktif merupakan jenis komponen elektronika yang membutuhkan arus luar agar bisa beroperasi. Komponen elektronik yang aktif mempunyai fungsi yaitu: jika ia mendapatkan sumber arus listrik dari luar.
EuYts. Pengertian Komponen Elektronika Aktif dan Komponen Elektronika Pasif – Komponen Elektronika adalah elemen dasar yang digunakan untuk membentuk suatu rangkaian elektronika dan biasanya dikemas dalam bentuk diskrit dengan dua atau lebih terminal penghubung. Setiap komponen elektronika memiliki fungsinya masing-masing dalam suatu rangkaian elektronika, ada yang berfungsi sebagai penghambat, ada yang berfungsi sebagai penguat, ada yang berfungsi sebagai penghantar, ada juga yang berfungsi sebagai penyaring dan ada yang berfungsi sebagai pengendali. Komponen-komponen Elektronika tersebut juga memiliki nilai dan tipenya masing-masing sehingga dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan keinginan para perancang rangkaian elektronika. Pengelompokan Komponen-komponen Elektronika Berdasarkan karakteristiknya, Komponen Elektronika dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yaitu komponen elektronika aktif dan komponen elektronika pasif. 1. Komponen Elektronika Aktif Active Electronic Components Komponen Elektronika Aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus eksternal untuk dapat beroperasi. Dengan kata lain, komponen elektronika aktif hanya dapat berfungsi apabila mendapatkan sumber arus listrik dari luar eksternal. Komponen-komponen elektronika yang digolongkan sebagai komponen Aktif adalah Dioda, Transistor dan IC Intragrated Circuit yang terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon, germanium, selenium dan metal oxides. – Dioda Dioda adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Dioda terdiri dari dua Elektroda yaitu Anoda dan Katoda. Yang termasuk dalam keluarga Dioda diantaranya seperti LED Light Emitting Diode, DIAC, Dioda Zener, Dioda Penyearah, Dioda Foto, Dioda Schottky, Dioda Tunnel dan Dioda Laser. – Transistor Transistor adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi sebagai Penguat, Penyearah, Pengendali, Mixer dan Osilator. Komponen yang termasuk dalam keluarga Transistor diantaranya seperti Transistor Bipolar NPN & PNP, Transistor Foto, TRIAC, MOSFET, JFET dan UJT. – IC Integrated Circuit/Sirkuit Terpadu Integrated Circuit atau sering disingkat dengan IC adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Berdasarkan fungsinya, IC dapat dikelompokan lagi menjadi IC Pewaktu Timer, IC Comparator Pembanding, IC Logic gates Gerbang Logika, IC Switching Pengendali dan IC Amplifier Penguat. Contoh Karakteristik Aktif yang dimaksud pada Komponen Elektronika Aktif Contoh pada Komponen Dioda, seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Dioda merupakan komponen elektronika aktif sehingga memerlukan sumber arus listrik dari luar eksternal untuk mengoperasikannya. Sebuah Dioda yang dipasangkan pada suatu rangkaian elektronika yang telah diberikan arus listrik tidak akan bekerja beroperasi untuk menghantarkan arus listrik apabila tegangan yang diterimanya belum mencapai titik tegangan tertentu. Khusus untuk dioda yang terbuat dari bahan silikon memerlukan tegangan 0,7V sedangkan untuk dioda yang terbuat dari bahan germanium memerlukan 0,3V untuk dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. 2. Komponen Elektronika Pasif Pasive Electronic Components Komponen Elektronika Pasif adalah jenis Komponen elektronika yang tidak memerlukan sumber arus listrik eksternal untuk pengoperasiannya. Komponen-komponen elektronika yang digolongkan sebagai komponen pasif diantaranya seperti Resistor, Kapasitor dan Induktor. – Resistor Resistor atau Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm . Komponen-komponen yang termasuk dalam keluarga Resistor diantaranya seperti Resistor bernilai tetap, resistor yang dapat diatur hambatannya variable resistor atau potensiometer, LDR Light Dependent Resistor dan Thermistor PTC dan NTC. – Kapasitor Kapasitor Capacitor atau Kondensator Condensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Komponen-komponen yang termasuk dalam keluarga Kapasitor tersebut diantaranya adalah Kapasitor nilai tetap Keramik, kertas, mika, tantalum dan elektrolit, kapasitor yang nilai dapat diatur kapasitasnya VARCO dan Trimmer. – Induktor Induktor atau dikenal juga dengan Coil adalah Komponen Elektronika Pasif yang terdiri dari susunan lilitan Kawat yang membentuk sebuah Kumparan. Induktor akan menimbulkan medan magnet saat dialiri arus listrik. Satuan Induktansi pada Induktor adalah Henry H. Komponen-komponen yang termasuk dalam keluarga Induktor diantaranya seperti air core inductor, iron core inductor, ferrite core inductor, torroidal core inductor, laminated core inductor dan variable inductor. Contoh Karakteristik Pasif yang dimaksud pada Komponen Elektronika Pasif Contoh pada komponen Resistor. Tidak seperti Dioda, Resistor tidak memerlukan tegangan 0,3V atau 0,7V untuk bekerja. Begitu Resistor diberikan tegangan, resistor mulai bekerja secara otomatis tanpa harus menunggu hingga mencapai tegangan tertentu.
Tahukan kalian apa itu komponen aktif dan pasif ? Pembahasan mengenai topik ini merupakan salah satu materi pada mata kuliah elektronika dasar. Oleh karena itu kalian harus paham tentang dua konsep tsb untuk menjadi dasar dalam belajar karakteristiknya komponen elektronika dibagi menjadi dua yaitu komponen aktif dan komponen AktifKomponen aktif adalah komponen elektronika yang membutuhkan listrik eksternal listrik dari luar untuk dapat beroprasi atau bekerja dengan baik. Komponen aktif juga dapat diartikan sebagai komponen yang mempunyai tegangan atau arus minimal untuk bisa Aktif dibagi menjadi tiga yaitu 1. DiodaKenapa dioda disebut sebagai komponen aktif ?? Karena dioda membutuhkan tegangan minimum untuk bisa bekerja. Dioda mempunyai tegangan minimum threshold voltage untuk dapat menghantarkan arus listrik. Khusus untuk dioda yang terbuat dari bahan silikon memerlukan tegangan 0,7V sedangkan untuk dioda yang terbuat dari bahan germanium memerlukan 0,3V untuk dapat bekerja menghantarkan ini mempunyai banyak sekali variasi diantaranya ada LED kemudian dioda laser, dioda zener, SCR dan lain TransistorSaya mengambil salah satu contoh yaitu pada Transistor BJT. Transistor BJT tidak akan beroprasi apabila arus yang masuk ke basis tidak cukup besar atau sesuai dengan nilai arus minimal pada datasheet transistor tsb. Selain BJT masih ada tiga transistor lainnya yaitu transistor JFET, MOSFET dan UJT. Secara karakteristik dan prinsip kerja transistor BJT berbeda dengan ke-tiga transistor IC Integrated CircuitIC merupakan susunan dari ratusan , ribuan bahkan jutaan transistor yang kemudian membentuk sebuah gerbang logika. Gerbang logika inilah yang kemudian menjadi dasar dari IC. Karena terbuat dari susunan transistor sudah pasti bahwa IC ini merupakan komponen PasifKomponen Pasif adalah komponen elektronika yang tidak memerlukan sumber listrik eksternal dari luar untuk dapat bekerja. Komponen pasif juga dapat diartikan sebagai komponen yang tidak mempunyai tegangan atau arus minimal untuk bisa pasif dibagi menjadi tiga yaitu ResistorKapasitorInduktor1. ResistorTidak seperti Dioda, Resistor tidak memerlukan tegangan 0,3V atau 0,7V untuk dapat bekerja. Berapapun tegangan dan arus yang akan dihubungkan ke resistor , resistor akan tetap bekerja sebagai hambatan. Begitu Resistor dihubungkan dengan listrik, resistor akan bekerja secara otomatis tanpa harus menunggu hingga mencapai tegangan tertentu atau arus tertentu seperti ini mempunyai banyak sekali macamnya diantaranya ada LDR Light Dipendent Resistor, Thermistor, dan Variabel Resistor Potensiometer, trimpot dll2. seperti resistor , kapasitor tidak memerlukan listrik eksternal ataupun tegangan-arus minimal untuk bisa bekerja. Berapapun tegangan dan arus yang dihubungkan, kapasitor akan tetap beroprasi dengan menyimpan energi listrik dalam bentuk ini juga banyak sekali jenisnya. Kapasitor ini dapat dibedakan berdasarkan bahan pembuatannya diantaranya kapasitor berbahan keramik, polyester, kertas, mika dan bahan InduktorSama seperti dua komponen lainnya, induktor tidak memerlukan listrik eksternal ataupun tegangan-arus minimal untuk bisa bekerja. Berapapun tegangan dan arus yang dihubungkan ke induktor, Induktor akan bekerja secara otomatis untuk membuat sebuah medan magnet dan menyimpan energi dalam meda magnet ini juga bisa dibedakan berdasarkan bahan pembuatannya diantaranya ada Induktor inti besi, inti udara, inti ferrit dan bahan lainnya.
18 total views Setiap rangkaian listrik dalam elektronika terdiri dari komponen aktif dan komponen pasif. Komponen aktif dan pasif saling terhubung satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan dalam rangkaian elektronika. Apabila salah satu komponen rusak maka akan mengganggu kinerja rangkaian elektronika. Komponen aktif adalah komponen yang membutuhkan sumber energi eksternal sebagai syarat kerjanya. Berbeda halnya dengan komponen pasif dimana komponen ini bisa bekerja tanpa membutuhkan sumber eksternal. Komponen pasif berfungsi juga untuk menyimpan energi dalam bentuk arus dan tegangan. Selain itu ada perbedaan lainnya antara komponen aktif dan pasif antara lain Perbedaan perbedaan lainnya bisa ditemukan disini Komponen aktif dapat memberikan penguatan daya. Sedangkan komponen pasif tidak bisa memberi penguatan daya. Komponen aktif mensuplay arus dan tegangan sedangkan komponen pasif menerima energi Komponen aktif bisa mengontrol aliran arus listrik sedangkan komponen pasif bisa mengontrolnya. Dalam rangkaian listrik, kita bisa temukan komponen aktif seperti dioda, transistor, SCR, IC,LCD,LED,CRT dan komponen pasif seperti resistor, kapasitor dan induktor. Dioda supaya bisa kerja menghantarkan arus membutuhkan tegangan minimum. Dioda dari bahan silikon membutuhkan tegangan minimal bahan germanium membutuhkan Dan pula dengan transistor BJT, supaya bisa bekerja mengalirkan arus kaki Basis harus mendapatkan tegangan minimal sesuai dengan jenis transistornya. Hal tersebut belaku untuk IC. Setiap IC membutuhkan tegangan kerja VCC supaya bisa bekerja dengan baik. Supply tegangan yang kurang akan menyebabkan IC tidak bekerja. Pada komponen pasif, seperti Resistor yang berfungsi menghambat arus bisa bekerja tanpa harus butuh tegangan kerja. Ketika terhubung dengan sumber listrik resistor akan bekerja secara otomatis tanpa syarat tegangan dan arus tertentu. Kapasitor dapat bekerja menyimpan muatan listrik sementara tanpa membutuhkan tegangan tertentu. Begitu pula dengan Induktor. Induktor berfungsi menyimpan muatan listrik dalam bentuk medan magnet. Demikian ulasan tentang komponen aktif dan komponen pasif dalam rangkaian elektronika. Pemahaman yang baik tentang komponen elektronika akan membantu Anda memahami rangkaian elektronika. Related posts
komponen aktif dan pasif elektronika